Ukuran, Jenis & Fungsi Bearing Paling Banyak Dicari

Mengenal Bearing beserta Bentuk, ukuran dan fungsinya secara detail

Bearing atau laher adalah sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi gerak relatif antara dua atau lebih komponen mesin agar selalu bergerak pada arah yang diinginkan.

Bearing menjaga poros (shaft) agar selalu berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya.

Ukuran Bearing

Untuk menetukan ukuran bearing biasanya menggunakan sebuah kode. Berikut cara membacanya:

Contoh: 6301-RS C3

  • Angka 6 adalah jenis laher dengan bantalan berbentuk bola (ball bearing)
  • Angka 3 menunjukkan dimensi laher (diameter luar dan tebal laher) dalam contoh ini diameter luar laher 37mm dan tebal 12mm
  • Angka 01 adalah lingkar dalam laher 12mm, jika angkanya 00 berarti diameter dalamnya 10mm, 01:12mm, 02:15mm, 03:17mm, 04:20mm, 05:25mm, 06:30mm dan 07:35mm
  • RS menunjukkan jenis tutup/pelindung bola laher (RS: rubber seal, Z atau ZS: zinc seal/sil logam, 2 RS: kedua permukaan laher tertutup sil karet, 2Z: kedua permukaan laher ditutup logam/zinc)
  • C3 menunjukkan clearance(kerenggangan) dalam satuan mikron (1/1000).

 

Jenis Bearing

Berikut 6 jenis bearing atau laher yang sering kita temui dalam dunia otomotif:

1. Ball Bearing

Bearing jenis ini sering dipasangkan pada Sepeda motor, sepeda listrik, Motor listrik (skuter), Power Tools, Fan, olahraga peralatan, mesin cuci, Duster, Ventilator, mesin tekstil, treadmill (treadmill), peralatan rumah tangga, pompa, mesin pertanian, presisi mesin, dll.

2. Roller Bearing

Roller bearing merupakan jenis bearing berupa roller yang berbentuk silinder, dan kinerjanya adalah kontak antara bagian dalam (inner race) dan bagian luar (outer eace) bukan bertumpu pada satu titik seperti pada ball bearing, tapi segaris (sesuai lebar roller).

3. Ball Thrust Bearing

Bearing jenis ini sering dipasangkan pada meja makan yang bisa diputar putar, kursi yang dapat diputar dan berbagai hal lain sejenisnya. Artinya, tidak bisa dipakai untuk menahan beban radial load yang berat dan hanya dipasangkan untuk poros yang membutuhkan putaran rendah.

4. Cylindrical Roller Thrust Bearing

Bearing jenis ini sering dipasangkan pada gearbox kendaraan ataupun transmisi yang membutuhan rotating shaft dan house rotating shaft. Bahkan beberapa gigi flywheel pun juga menggunakan bearing jenis ini.

5. Tapered Roller Thrust Bearing

Bearing jenis ini memiliki dua buah roller yang saling berseberangan alias dua arah yakni bagian luar dan bagian dalam yang sering dipasangkan pada mobil khususnya truk dan bus.

6. Magnetic Bearing

Seperti namanya, Bearing jenis ini menggunakan gaya magnet untuk pengoprasiannya. Bearing ini biasa diaplikasikan pada sistem tertentu seperti salah satunya pada perangkat fly wheel.

Dengan memanfaatkan bearing model ini, maka roda gila / fly wheel ini bisa mengapung di tengah medan magnet. Bahkan beberapa flywheel bisa berputar diatas 50.000 rpm dengan menggunakan bearing ini tanpa meleleh.

 

Fungsi Bearing

  • Untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara poros yang berputar dengan tumpuannya (bagian komponen yang diam yang menopang poros).
  • Untuk Menahan atau mendukung suatu poros untuk tetap pada dudukannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *