Swap adalah salah satu komponen paling penting namun sering diabaikan dalam konfigurasi server Linux, terutama pada VPS dengan RAM terbatas (2–8GB).
Banyak kasus server sering down, service tiba-tiba mati, atau website WordPress tidak bisa diakses ternyata bukan karena nginx rusak — melainkan karena RAM habis dan tidak ada swap sebagai bantalan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam tentang:
- Apa itu swap
- Kenapa swap penting
- Kapan swap dibutuhkan
- Risiko server tanpa swap
- Cara membuat swap di Linux (aman, cepat, tanpa reboot)
- Cara membuat swap permanen
- Cara tuning performa swap
- Cara verifikasi swap aktif
- Best practice ukuran swap
- Dampak swap ke performa server
- Studi kasus server WordPress & PHP-FPM
- Kesalahan umum saat membuat swap
Panduan ini cocok untuk:
- VPS user
- Admin server
- Pengelola WordPress
- DevOps pemula
- Pengguna Ubuntu / Debian / CentOS
Contents
- 1 Apa Itu Swap di VPS Linux?
- 2 Kenapa Server VPS Tanpa Swap Berbahaya?
- 3 Contoh Kondisi Nyata (Kasus Umum VPS)
- 4 Kapan Swap Wajib Dibuat?
- 5 Apakah Swap Membuat Server Lambat?
- 6 Jenis Swap di Linux
- 7 1️⃣ Swap Partition
- 8 2️⃣ Swap File (paling umum)
- 9 Step 1 — Buat File Swap
- 10 Jika fallocate tidak tersedia
- 11 Step 2 — Set Permission Aman
- 12 Step 3 — Format Jadi Swap
- 13 Step 4 — Aktifkan Swap
- 14 Step 5 — Verifikasi Swap
- 15 Set Sementara
- 16 Set Permanen
- 17 Detail lebih lengkap:
- 18 Related Posts
Apa Itu Swap di VPS Linux?
Swap adalah ruang di disk yang digunakan Linux sebagai memori cadangan ketika RAM utama hampir penuh.
Secara sederhana:
RAM = memori cepat
Swap = memori cadangan di disk
Ketika RAM penuh:
- Linux memindahkan data yang jarang dipakai ke swap
- RAM jadi lega kembali
- Proses penting tetap berjalan
- Server tidak langsung crash
Swap bukan pengganti RAM — tetapi penyangga darurat.
Kenapa Server VPS Tanpa Swap Berbahaya?
Jika server tidak memiliki swap dan RAM habis:
➡️ Kernel menjalankan OOM Killer (Out Of Memory Killer)
➡️ Proses akan dibunuh paksa
➡️ Biasanya yang mati:
- php-fpm
- mysql
- node
- java
- docker container
- redis
Dampaknya:
- Website error 502
- API mati
- nginx tetap hidup tapi backend mati
- Server terasa “down”
- Service restart sendiri
Banyak admin salah menyangka ini error aplikasi — padahal RAM habis.
Contoh Kondisi Nyata (Kasus Umum VPS)
Server:
- RAM: 4GB
- WordPress
- nginx
- php-fpm
- MySQL
- Tanpa swap
Saat traffic naik:
- php-fpm spawn worker
- RAM penuh
- OOM kill php-fpm
- nginx tidak dapat backend
- Website error 502
Admin cek log nginx → terlihat normal
Padahal penyebabnya RAM.
Kapan Swap Wajib Dibuat?
Swap sangat dianjurkan jika:
✅ RAM < 8GB
✅ Menjalankan WordPress
✅ Menjalankan database
✅ Menjalankan PHP-FPM
✅ VPS cloud
✅ Shared workload
✅ Traffic tidak stabil
✅ Banyak bot scan
Swap sangat penting pada:
- VPS 2GB
- VPS 4GB
- VPS 6GB
Apakah Swap Membuat Server Lambat?
Jawaban jujur: kadang iya — tapi jauh lebih baik daripada crash.
Swap:
- Lebih lambat dari RAM
- Tapi lebih baik daripada OOM kill
- Lebih baik lambat daripada mati
Swap adalah safety net, bukan performance booster.
Jenis Swap di Linux
Ada dua jenis:
1️⃣ Swap Partition
Partisi khusus swap di disk.
2️⃣ Swap File (paling umum)
File biasa yang dijadikan swap.
👉 Di VPS modern → gunakan swap file
Lebih fleksibel, tidak perlu repartisi.
Ukuran Swap yang Disarankan
| RAM | Swap |
|---|---|
| 1–2GB | 2GB |
| 4GB | 2GB |
| 8GB | 2–4GB |
| 16GB | 4GB |
32GB | opsional |
Untuk server kamu (4GB RAM):
👉 Swap 2GB ideal
Cara Membuat Swap di Linux (Langkah Lengkap)
Semua perintah dijalankan sebagai root.
Step 1 — Buat File Swap
fallocate -l 2G /swapfile
Artinya:
- membuat file bernama
/swapfile - ukuran 2GB
Jika fallocate tidak tersedia
Gunakan metode lama:
dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1M count=2048
Ini membuat file swap manual.
Step 2 — Set Permission Aman
chmod 600 /swapfile
Penting:
- hanya root yang bisa akses
- keamanan sistem terjaga
Step 3 — Format Jadi Swap
mkswap /swapfile
Output normal:
Setting up swapspace version 1
Step 4 — Aktifkan Swap
swapon /swapfile
Swap langsung aktif tanpa reboot.
Step 5 — Verifikasi Swap
free -h
Contoh hasil:
Swap: 2.0Gi 0B 2.0Gi
Atau:
swapon --show
Membuat Swap Permanen (Auto Aktif Saat Boot)
Edit file:
nano /etc/fstab
Tambahkan baris:
/swapfile none swap sw 0 0
Simpan.
Sekarang swap otomatis aktif saat reboot.
Mengatur Swappiness (Penting!)
Swappiness menentukan:
seberapa cepat Linux memakai swap
Nilai default = 60
Server biasanya lebih baik = 10–20
Set Sementara
sysctl vm.swappiness=10
Set Permanen
nano /etc/sysctl.conf
Tambah:
vm.swappiness=10
Arti Nilai Swappiness
| Nilai | Perilaku |
|---|---|
| 0 | hampir tidak pakai swap |
| 10 | pakai swap saat perlu |
| 60 | agresif pakai swap |
| 100 | sangat agresif |
Server → gunakan 10–20
Cara Mengecek Swap Sedang Dipakai atau Tidak
free -h
Kolom swap used menunjukkan pemakaian.
Detail lebih lengkap:
cat /proc/meminfo | grep Swap
Cara Mematikan Swap (Jika Perlu)
swapoff /swapfile
Studi Kasus: WordPress + PHP-FPM
Masalah umum:
- bot scan banyak
- PHP spawn worker
- RAM naik
- tanpa swap → OOM kill
- dengan swap → server tetap hidup
Swap menyelamatkan banyak server WordPress.
Studi Kasus: Server Bot & API
Node / Python:
- memory burst
- cache object
- job queue
- parsing data
Swap mencegah crash saat burst.
Apakah Swap Aman untuk SSD?
Ya — tapi:
- jangan buat swap terlalu besar
- jangan biarkan server swap heavy terus
- gunakan sebagai buffer saja
Tanda Server Membutuhkan Swap
free memory < 200MB
load spike
service restart sendiri
502 error nginx
php-fpm mati mendadak
mysql restart
Monitoring Swap Usage
vmstat 1
Lihat kolom:
si = swap in
so = swap out
Jika besar terus → RAM kurang.
Best Practice Setelah Membuat Swap
Setelah swap aktif, lanjutkan:
✅ batasi php-fpm worker
✅ aktifkan nginx cache
✅ aktifkan OPcache
✅ optimasi MySQL buffer
✅ gunakan page cache
✅ pasang monitoring
Kesalahan Umum Saat Membuat Swap
❌ lupa chmod 600
❌ lupa mkswap
❌ lupa swapon
❌ lupa fstab
❌ swap terlalu besar
❌ swappiness tidak diatur
Swap Bukan Pengganti Upgrade RAM
Swap = penyangga
RAM = performa utama
Jika swap sering penuh → upgrade RAM.
Ringkasan Cepat Perintah
fallocate -l 2G /swapfile
chmod 600 /swapfile
mkswap /swapfile
swapon /swapfile
nano /etc/fstab
sysctl vm.swappiness=10
Dampak Langsung Setelah Swap Aktif
Biasanya kamu akan melihat:
✅ server lebih stabil
✅ tidak mudah OOM
✅ php-fpm tidak sering mati
✅ WordPress lebih tahan spike
✅ traffic bot tidak bikin crash
Penutup
Menambahkan swap adalah salah satu langkah paling sederhana namun paling berdampak dalam meningkatkan stabilitas server Linux, khususnya pada VPS dengan RAM terbatas.
Banyak kasus “server sering down” ternyata selesai hanya dengan:
- menambah swap
- tuning swappiness
- sedikit optimasi service
Swap bukan fitur tambahan — tapi komponen keselamatan sistem.