Mengapa Linux Ideal untuk Pengembangan Backend ? Linux adalah platform yang sangat stabil dan efisien untuk mengembangkan aplikasi backend.
Mayoritas server production dunia menggunakan Linux karena performanya tinggi dan konsisten, sehingga belajar mengembangkan aplikasi di Linux menjadi keuntungan besar. Selain itu, hampir semua teknologi backend seperti Node.js, Express.js, dan MySQL tersedia dan berjalan optimal di Linux.
Contents
- 1 Persiapan Awal dan Update Sistem
- 2 Instalasi Node.js di Linux (Ubuntu/Debian)
- 3 Menginstal MySQL Server di Linux
- 4 Menginstal Express.js di Linux
- 5 Membuat Server Express.js Pertama
- 6 Instalasi mysql2 dan Konfigurasi Pool Connection
- 7 Menghubungkan Express.js dengan MySQL Pool
- 8 Menggunakan nodemon untuk Auto Reload
- 9 Menggunakan dotenv untuk Menyembunyikan Data Sensitif
- 10 Struktur Folder yang Direkomendasikan
- 11 Kesimpulan
- 12 Related Posts
Persiapan Awal dan Update Sistem
Sebelum memulai instalasi apa pun, selalu pastikan sistem diperbarui agar tidak ada konflik paket.
Update ini memastikan seluruh dependency terbaru telah terpasang dan sistem berada pada kondisi optimal.
Instalasi Node.js di Linux (Ubuntu/Debian)
Node.js tidak selalu hadir dalam versi terbaru di repository default Ubuntu. Karena itu, kita akan menggunakan NodeSource agar mendapatkan versi stabil terbaru.
Menambahkan Repository NodeSource
Script ini menambahkan repository resmi Node.js LTS ke sistem.
Menginstal Node.js
Setelah itu, verifikasi instalasi:
Menginstal Build Tools (Disarankan)
Beberapa modul Node.js memerlukan kompiler C/C++.
Menginstal MySQL Server di Linux
MySQL adalah database relasional yang cocok untuk aplikasi skala kecil hingga besar.
Instalasi MySQL
Mengecek Status MySQL
Pastikan statusnya active (running).
Mengamankan Instalasi MySQL
Jalankan tool keamanan bawaan:
Tool ini akan:
-
Menghapus user anonim
-
Menonaktifkan login root dari remote
-
Menghapus database test
-
Mengaktifkan password policy
Masuk ke MySQL
Membuat Database dan User
Menginstal Express.js di Linux
Express.js adalah framework backend simpel dan fleksibel yang digunakan untuk membuat REST API.
Membuat Folder Project
Inisialisasi Project Node.js
Menginstal Express.js
Membuat Server Express.js Pertama
Buat file index.js:
Isi dengan:
Jalankan server:
Instalasi mysql2 dan Konfigurasi Pool Connection
Untuk performa lebih baik, Express.js harus menggunakan MySQL Connection Pool, bukan single connection. Pool lebih stabil, terutama menangani request banyak sekaligus.
Menginstal mysql2
Membuat File Konfigurasi Pool
Buat file db.js:
Isi file dengan:
Mengapa Menggunakan Pool?
-
Menghindari koneksi habis (connection leak)
-
Lebih cepat karena koneksi digunakan ulang
-
Stabil untuk beban tinggi
-
Baik untuk aplikasi REST API
Menghubungkan Express.js dengan MySQL Pool
Edit file index.js:
Bagian ini menggunakan MySQL Pool dengan async/await, jauh lebih aman dan modern.
Menggunakan nodemon untuk Auto Reload
nodemon mempermudah development karena otomatis restart server setiap file diedit.
Instalasi nodemon
Menjalankan Server dengan nodemon
Menggunakan dotenv untuk Menyembunyikan Data Sensitif
Install dotenv
Buat file .env
Menggunakan environment variables
Edit db.js:
Edit index.js:
Struktur Folder yang Direkomendasikan
Struktur ini memudahkan scaling aplikasi REST API.
Kesimpulan
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu sudah membangun sistem backend modern di Linux:
- Menginstal Node.js versi LTS dari NodeSource
- Menginstal dan mengamankan MySQL
- Membuat database dan user
- Menginstal Express.js
- Membuat server backend pertama
- Menghubungkan Express.js ke MySQL menggunakan Connection Pool
- Menggunakan nodemon & dotenv untuk meningkatkan workflow
Environment ini sudah sangat siap untuk membangun aplikasi backend profesional berbasis JavaScript.