Pertamax Naik, Pindah Pertalite Amankan Mesin Mobil / Motor ?


BBM pertamax naik harga, pengguna mobil motor mulai berfikir turun ke Pertalite untuk hemat pengeluaran, apakah aman untuk mesin kendaraan ?
Harga BBM jenis pertamax mulai 1 April 2022 naik menjadi Rp 12.000 – Rp 12.500 (jawa bali) – 13.000 (luar jawa) / liter ini berdampat pada rendahnya minat beli karena nilai kanaikan cukup signifikan sedangkan harga BBM subsidi pertalite di harga 7.650 per liter.

Selisih harga BBM Pertamax VS Pertalite kisaran Rp 5000 / liter lumayan besar ini membuat semua orang mulai berfikir ulang apakah kendaraan (motor / mobil) pindah minum BBM pertalite.

Jumlah Stok BBM Pertalite SUBSIDI kedepan Akan menjadi langka, kosong karena permintaan yang tinggi di SPBU, Antrian pada pengsian menjadi mengular panjang. 

BBM Jenis pertamax dan pertamax Turbo adalah Produk pertamina Non-Subsidi sehingga harga mengikuti pasaran namun pengguna pertamax kebanyakan tingkat ekonomi mengengah – keatas, tentunya ini membebani kebutuhan dimana spesifikasi mobil jaman sekarang wajib pakai BBM RON 92 (Pertamax).

Mobil pengguna Pertamax ?

Mobil sekelas LCGC seperti: Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio oleh pabrikan diwajibkan menggunakan BBM jenis Pertamax karena menyesuikan teknologi, CC mesin, Kompresi > 10:1

BBM Pertalite RON 90 cocok untuk kendaraan roda 2 (motor) / 4 dengan Spesifikasi:

  1. Kompresi mesin 8:1, 9:1 – 10:1
  2. Ukuran CC mesin tidak kurang dari 250 cc
  3. Teknologi mesin jadul / sederhana

Keuntungan, Efek Pengguna Pertamax turun Ke BBM pertalite ?

Tentunya ada keuntungan jika turun menggunakan BBM jenis Pertalite yang tadinya pakai Pertamax yang jelas ada selisih harga lebih murah dan dapat jumlah liter BBM lebih banyak.

TIDAK AMAN !! – Dampak untuk mesin kendaraan akan terjadi Knocking, atau ngelitik pada mesin saat Gas di injak dalam atau akselerasi karena BBM tidak cocok untuk pembakaran mesin.

Gejala mesin ngelitik:

  • Suara mesin RPM Idle lebih kasar
  • Timbul Suara Krik2 / Tik2 saat Akselerasi atau Gas DALAM
  • Mesin bergetar, sinjal tidak normal
  • Performa tenaga mesin menurun
  • Konsumsi BBM lebih boros
  • Merusak mekanisme mesin untuk jangka panjang

Solusi bijak Jangan Sering Injak GAS dalam2 dimedan tanjakan Gunakan Gaya mengemudi Santai sehingga efek ngelitik mesin lebih minim karena efek BBM yang terbakan sebelum waktunya di ruang bakar karena RON rendah dibawah Rekomendasi Pabrikan.

Untuk Jangka Panjang memang akan membuat Performa mesin kendaraan menurun atau bahkan Rusak lebih awal, kamu bisa sesekali mencampur dengan Pertamax sehingga efek Knocking bisa lebih minim.

Penutup

Kebutuhan jenis BBM pada mesin khususnya RON 92 memang tidak bisa dikompromi sedangkan kebutuhan ekonomi lebih banyak sehingga pilih BBM pertalite lebih tepat.

Disini Admin memberikan pilihan, OK harga baru BBM pertamax yang lebih mahal namun tetap aman untuk mesin kendaraan atau Saya tetap pilih BBM pertalite yang lebih murah namun ada resiko yang diterima.

Updated: April 1, 2022