Cara Monetisasi Blog: 5 Peluang Kaya dari Blogging

23 Shares

Tahu kah kamu, ada sebuah blog di luar sana bisa menghasilkan 143 juta dolar? Gila banget kan. Blog itu adalah HuffPost, milik Arianna Huffington.

Kalau kamu punya blog, peluang untuk mendapatkan penghasilan dari internet akan terbuka lebar. Lalu bagaimana jika kamu belum punya blog/website? Kamu perlu baca dulu cara mudah membuat blog.

Kalau sudah punya? Kamu pasti paham kunci utama monetisasi blog adalah adanya trafik atau pengunjung di blog kita.

Faktanya… Lebih dari 90% blog di Internet tidak punya trafik!

Lalu bagaimana? Kamu bisa membaca panduan mudah belajar SEO untuk mendatangkan trafik ke blog kamu.

Kalau blog sudah banyak pengunjungnya, lalu apa?

Baik, mari kita bahas.

Periklanan (Advertising)

Kita semua tahu, periklanan adalah cara monetisasi blog paling poluler dikalangan para pemilik blog dan website.

Kenapa bisa begitu?

Well…cara ini adalah yang paling cepat menghasilkan income bagi blogger pemula.

Selama kamu punya trafik tinggi, income sudah pasti dalam genggaman.

Kamu tidak perlu menjual sesuatu ke pembaca blogmu.

Tidak perlu bikin halaman penjualan.

Kamu hanya menjual ruang iklan kepada perusahaan jaringan periklanan (Ad Network).

Mungkin kamu sering dengar Google Adsense?

Sebenarnya masih banyak ad network lain seperti Ezoic, MediaVine, dan Adthrive.

Tapi memang sebagian besar blog/website memilih Google Adsense.

Jadi, saya cukup daftar dan terima pasif income?

Perlu kamu cermati, cara monetisasi dengan periklanan adalah bayaran per klik dari iklan yang tampil di blogmu.

Semakin besar klik, semakin besar income yang kamu terima.

Kalau tidak ada klik?

Tenang saja.

Ad network tetap akan membayar, walau tidak sebesar bayaran per klik.

Kamu akan dapat income sesuai jumlah iklan yang tayang dan dilihat pembaca.

Jadi sudah jelas.

Penempatan iklan adalah kunci sukses dari cara monetisasi blog yang satu ini.

Memang ada yang sukses?

Banyak!

Jon Dykstra contohnya, income-nya 1 juta dollar dalam setahun dari periklanan!

Bagaimana cara memulainya?

  • Pastikan blogmu memiliki pengunjung harian yang cukup
  • Daftarkan blogmu di ad network
  • Cari dan pasang kode iklan di blogmu

Kamu harus tau, Ad network bisa menilai, mana klik dari pengunjung, dan mana yang bukan.

Jadi jangan klik iklanmu sendiri ya.

Menjual Produk Orang Lain (Affiliate Marketer)

Affiliate Marketer adalah salah satu cara monetisasi blog paling populer di internet.

Pada dasarnya, kamu akan mendapat komisi dari hasil penjualan.

Siapa yang membayar? Tentu saja jaringan penyedia program afiliasi (Affiliate Network)

Bedanya dengan periklanan, blog kamu harus membahas produk yang sedang kamu jual.

Berarti saya makelar?

Ya, benar.

Jadi fokus kamu harus tertuju pada:

  • Permintaan pasar (niche)
  • Produk yang akan dijual
  • Pengunjung yang datang ke blog

Tunggu sebentar.

Jadi saya boleh cari pengunjung dengan pasang iklan di ad network?

Yes! Bisa.

Sebagian pemilik blog menggunakan bantuan iklan di ad network untuk menambah jumlah pengunjung.

Buat apa? Tentu saja meningkatkan konversi penjualan produk.

Pernah dengar Ratakan?

Ya, itu adalah salah satu penyedia program afiliasi di Indonesia.

Hanya itu?…Tentu tidak.

Masih ada banyak.

Misal di kategori travel, ada afiliasi Pegipegi, Agoda, dan tiket.com.

Kategori Ecommerce ada Bhinneka, Lazada, dan BliBli.

Banyak banget pokoknya.

Belum lagi yang di luar negeri seperti afiliasi dari Amazon.

Jadi kalau kamu belum pernah ikutan.

Sangat disayangkan.

Bagaimana cara daftarnya?

  • Daftarkan dirimu ke penyedia program afiliasi
  • Cari produk yang kamu inginkan, kamu akan dapat link referal
  • Pasang link referal produk di konten yang sudah kamu siapkan

Perlu kamu cermati.

Setiap affiliate network tidaklah sama.

Mereka punya aturan main dan komisi yang berbeda.

Jadi pastikan kamu baca dengan teliti persyaratan mereka ya.

Menerima Artikel Berbayar

Sering dengar kata endors?

Ya, di dunia blogger juga ada kok.

Jadi kamu akan menerima income dari artikel berbayar di blogmu.

Cara ini adalah salah satu yang paling disukai oleh pemberi endorsment.

Kok bisa? Karena investasi mereka ke blog kamu akan awet (selama blognya aktif).

Apa yang dibahas?

Tentu sesuai dengan pemberi endorsment, biasanya berupa review produk atau jasa.

Mirip-mirip iklan, tapi tanpa Ad Network ya.

Lalu berapa bayarannya?

Inilah kelebihannya.

Kamu bisa bernegosiasi sendiri dengan pemberi endorsment.

Tentunya sesuai nilai dari blog kamu sendiri.

Maksudnya?

Kalau blog kamu ramai pengunjung atau punya metrik/ranking yang bagus, tentu saja nilainya akan besar.

Apa yang harus saya lakukan?

  • Perbanyak trafik/pengunjung blog
  • Carilah bisnis atau jasa yang berhubungan dengan konten blogmu
  • Hubungi dan tawarkan postingan berbayar di blogmu
  • Negosiasi harganya hingga deal

So, tertarik jadi influencer di dunia bloggers?

Membuat Kursus Online

Punya skill mumpuni? Jago di hobi tertentu?

Kamu harus buka kursus online.

Jika kamu memilih niche yang evergreen (abadi), maka ini semakin menarik.

Kenapa?

Tentu kamu hanya perlu menyiapkan modul kursus sekali saja.

Selanjutnya ini akan berjalan dengan sendirinya.

Ya, pasive income jalan terus.

Bagaimana caranya?

  • Kamu harus menguasai skill tertentu
  • Pastikan skill tersebut tidak mudah dipelajari otodidak dari google/youtube
  • Tentukan platform untuk pembelajaran

Kalau sekarang belum punya skill bagaimana?

Belajar dulu.

Mereka yang jago-jago dulunya juga sama seperti kamu sekarang.

Menjual Jasa/Keahlian

Tidak mau buka kursus? Tidak masalah.

Tawarkan saja keahlian/skill kamu lewat blogmu.

Jika keahlianmu sangat dibutuhkan, maka kabar baik buat kamu.

Kamu tidak memerlukan banyak trafik, karena kamu tidak perlu banyak menerima tawaran jasa.

Hanya dari yang berkualitas saja.

Ya, yang membayar dengan harga sesuai.

Apa yang harus kamu lakukan:

  • -Cari kelebihanmu di sebuah bidang
  • Bangun reputasimu di blog
  • Tawarkan jasamu ke orang di bidangmu

Kamu perlu pastikan bahwa keahlianmu memang benar-benar dibutuhkan pasar.

Jadi jangan malas cek pasar ya.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Berharap hasil terlalu cepat. Agar tidak patah arang, cobalah yang paling mudah menurut kamu.
  • Hanya mengandalkan satu jenis pemasukan. Cobalah beberapa diantaranya, jadi kamu punya referensi.
  • Konten tidak memberikan nilai ke pengunjung. Jangan hanya fokus ke ranking, perlakukanlah pengunjung seperti layaknya kamu sebagai pengunjung blog.


Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *