5 Manfaat Chia Seed untuk Kesehatan

Salah satu makanan sehat yang populer dewasa ini adalah chia seed. Dalam sejarahnya, ini berasal dari tanaman salvia hispanica, yang merupakan tanaman mint berbunga dari beberapa bagian wilayah Meksiko dan Guatemala.

Chia seed menjadi makanan sehat dan modern yang banyak digandrungi. Namun, sebenarnya ini merupakan makanan pokok suku Maya dan Aztec yang telah dibudidayakan sebagai sumber makanan pada 3500 sebelum masehi (SM).

Dalam bahasa Maya, chia berarti kekuatan. Parajurit Aztec pada zaman dahulu menggunakan chia seed untuk menambah energi dan daya tahan tubuh, terutama selama mereka perang.

Berdasarkan data Departemen Konservasi Sumber Daya Alam Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), banyak suku asli Amerika mengonsumsi chia seed sebagai bagian dari makanan mereka dan ditanam bersama dengan jagung di sejumlah daerah.

Chia seed sangat mudah dikonsumsi, Anda bisa memakannya langsung atau mencampurkannya ke makanan dan minuman seperti smoothie, salad, sup dan es krim. Selain sebagai bahan, juga digunakan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit dari demam hingga peradangan.

 

Manfaat chia seed

Mengutip HaiBunda, chia seed sering kali disebut juga sebagai ‘superfood’ karena akan nutrisinya. Makanan ini mengandung serat, omega-3, protein, serta antioksidan.

Disamping itu, chia seed juga mengandung vitamin A, B, E dan D serta mineral seperti zat besi, yodium, magnesium, niasin dan tiamin. Chia seed memiliki sekitar 140 kalori per porsi, atau setara dua sendok makan (sdm). Tiap porsi dikemas dengan 4 gram protein dan 11 gram serat.

Chia seed tidak perlu digiling sebelum dimakan untuk mendapatkan manfaat nutrisinya. Memakannya secara utuh akan memiliki efek yang sama, dan cara Anda memakannya hanyalah masalah preferensi pribadi. Chia seed juga bebas gluten dan vegan secara alami.

Dikutip dari berbagai sumber, adapun manfaat chia seed antara lain:

1. Mencegah pertumbuhan sel kanker

Chia seed kaya akan antioksidan, yang memiliki dampak positif pada kesehatan karena membantu melawan kanker. Selain itu, asam alfa-linolenat (ALA), sejenis asam lemak omega-3,

membantu membatasi pertumbuhan sel kanker payudara dan serviks, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Molecular Biochemistry . Biji chia memiliki ALA yang membunuh sel kanker tanpa merusak sel yang sehat.

2. Baik untuk pencernaan

Chia seed terdiri dari lebih dari 30 persen serat. Kandungan serat yang tinggi dapat melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit. Serat ini juga berfungsi sebagai probiotik yang mendorong pertumbuhan bakteri usus yang sehat. Ini membantu tubuh menyerap makanan dengan lebih baik dan meningkatkan pencernaan.

3. Menurunkan berat badan

Merupakan sumber protein yang baik, sehingga menjadikannya makanan yang ideal untuk disertakan dalam program penurunan berat badan.

Ada tiga cara nutrisi chia seed membantu menurunkan berat badan yaitu meningkatkan metabolisme, membakar lemak, dan membatasi asupan kalori. Disamping itu, kandungan seratnya dapat menyerap banyak air dan meningkatkan volume di dalam perut, yang dapat mengontrol nafsu makan.

4. Menjaga kadar gula darah

Kandungan asam alfa-linolenat dan seratnya dapat membantu mengendalikan kadar gula darah sehingga mengurangi kemungkinan penyakit diabetes dan resistensi insulin.

Dalam sebuah studi model hewan yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition mengamati bahwa memasukkan mereka ke dalam diet tinggi gula tidak berdampak negatif terhadap kadar gula darah dan lipid.

5. Mencegah penuaan dini

Radikal bebas dan stres oksidatif adalah penyebab utama di balik penuaan sel-sel pada kulit. Chia seed mengandung antioksidan karena yang mampu mencegah penuaan dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *