RESEP : Cara Membuat Yogurt Sendiri di Rumah (Mudah)

Bongkar Resep Dapur : Cara Membuat Yogurt Sendiri di Rumah – Praktis, Enak & Mudah.

Rekomendasi terbaik bagi bunda yang sedang mencari menu buka puasa yang enak, menyehatkan dan yang pasti sangat mudah di buat.

Karna olahan yang berasal dari susu ini bisa di buat berbagai macam sajian seperti : Salad, Kue, Es Krim dan masih banyak lagi.

Pada tahap ini kita akan belajar cara membuat yogurt dari awal sebelum di kreasikan menjadi berbagai macam sajian di atas.

Oh..iya, Ternyata yogurt bisa kita buat juga dari susu bubuk lo, nggak cuma susu murni / susu cair

Cara Membuat Yogurt yang Enak

Berikut 4 tahapan, langkah membuat yogurt sendiri di rumah dengan mudah, praktis dan bisa dilakukan oleh siapapun.

Perhatikan dengan cermat dan pahami step by step nya supaya meminimalisir tingkat kegagalan dalam proses pembuatan yogurt ini.

 

Tahap 1 : Persiapan Bahan untuk Membuat Yogurt

Bahan utama yang akan kita pakai untuk membuat yogurt adalah sebagai berikut :

  1. 1 liter Susu murni/ susu cair
  2. Plain Yogurt
  3. Perasa makanan

Pastikan semua alat seperti panci, spatula maupun wadahnya / toples penutup terjamin tingkat kebersihannya

 

Tahap 2 : Memasak Yogurt yang Benar

  1. Panaskan 1 liter susu segar menggunakan panci dengan api kecil kurang lebih 30 menit sambil di aduk2 (tidak sampai mendidih)
  2. Angkat dan dinginkan terlebih dahulu (kedadaan masih hangat, suhu sekitar 45 derajat celcius).
  3. Masukkan yogurt plain / bakteri sekitar 5 gram (2 sendok makan)
  4. Aduk kembali hingga rata
  5. Kemudian masukkan ke dalam wadah yang di sediakan (toples maupun plastik)

 

 

Tahap 3 : Proses Fermentasi Yogurt

Fermentasi adalah tahap pembuatan makanan yang di bantu oleh mikroorganisme (bakteri). Dalam pembuatan yogurt prosesnya sebagai berikut :

  1. Diamkan toples / wadah tadi yang telah kita tutup rapat pada tempat yang bersih (contohnya lemari makanan) dengan suhu sekitar 38 derajat celcius.
  2. Diamkan sekitar 7 – 10 jam hingga yogurt tersebut mengental dan menghasilkan rasa asam.

Yogurt plain adalah bakteri / bibit pembuatan yogurt tanpa rasa tambahan, tanpa gula dan tanpa aroma.

Jadi, Kalau kamu tidak suka dengan plain yogurt, sebelum mengonsumsinya bisa ditambahkan madu, perisa vanila, stroberi, atau yang lainnya dan juga bisa ditambah pula potongan buah-buahan segar di atasnya.

 

Tahap 4 : Tips Penyimpanan Yogurt

Supaya lebih awet dan tahan lama, maka yogurt yang tersebut kita simpan di lemari es / kulkas. Tetapi perlu di ingat, Yoghurt tidak boleh disimpan dalam freezer karena bahan dasar yoghurt yang berupa susu dapat pecah dan justru itu akan merusaknya.

Yoghurt tidak boleh terkena sinar matahari langsung karena akan mematikan bakteri baik didalamnya.

 

Penyebab Kegagalan Membuat Yogurt dan Cara Mengatasinya

Berdasarkan pengalaman kami ketika proses pembuatan yogurt terkadang mengalami beberapa kendala, diantaranya : susu pecah / menggumpal saat di masak, susu tetap encer (bakteri tidak bekerja) dan masih banyak lagi.

Berikut uraian lengkapnya :

Masalah
Penyebab
Cara mengatasi
A. Yoghurt tidak jadi
Susu pecah atau menggumpal saat dimasak.
Susu dimasak terlalu lama atau api terlalu besar.
Susu dimasak dengan api kecil atau sedang. Diaduk secukupnya. Susu yang pecah tidak dapat digunakan lagi karena telah rusak. Oleh sebab itu perlu diganti dengan susu yang baru.
Susu masam karena basi atau terkena larutan asam.
Diganti dengan susu yang baru. Jangan membiarkan susu segar terlalu lama. Pemasakan dan penyimpanan di lemari pendingin tak boleh lebih dari 2 hari.
Susu tetap encer meskipun sudah lama disimpan.
Lupa menambahkan bibit.
 
Membuat yoghurt lagi
Bibit ditambahkan sebelum
susu dimasak.
Bibit harus dimasukkan setelah susu dimasak.
Bibit ditambahkan saat susu masih terlalu panas sehingga bakteri dalam bibit mati.
Susu harus cukup hangat (40–44°C) sebelum memasukkan bibit. Untuk memastikan, digunakan termometer. Juga perlu dihindari memasukkan bibit yang baru diambil dari lemari pendingin. Bibit harus dikeluarkan dan dibiarkan dulu mencapai suhu ruangan.
Jumlah bibit terlalu banyak
atau terlalu sedikit.
Memasukkan bibit dalam jumlah tepat yaitu 2–3% atau 3–4 sendok makan per liter susu.
Bibit sudah mati karena terlalu lama disimpan.
Diganti bibit dengan yang baru.
Susu mengandung pengawet atau sisa antibiotik dari peternakan, menyebabkan pertumbuhan bakteri yoghurt
terhambat.
Diganti bibit dengan yang baru.
Bibit sudah tercemar atau rusak, atau berasal dariyoghurt yang sudah dipasteurisasi (sehingga tidak mengandung bakteri yoghurt hidup).
Diganti bibit dengan yang baru.
B. Yoghurt terlalu lama jadi
Yoghurt lama sekali jadi (lebih dari 8 jam).
Susu difermentasi di suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, sehingga pertumbuhan bakteri lambat.
Fermentasi susu di suhu yang tepat (antara 40–44°C). Perlu digunakan termos atau alat pembuat yoghurt.
Bibit terlalu lemah karena sudah terlalu lama disimpan
Diganti bibit dengan yang lebih baru. Membuat bibit baru setiap minggu untuk menjaga keaktifan bakteri.
Bibit terlalu lemah karena berasal dari yoghurt yang dipasteurisasi. Akibatnya tidak terdapat cukup bakteri untuk mengubah susu menjadi yoghurt.
Diganti bibit dengan yang lebih baru.
Jumlah bibit terlalu banyak
Memasukkan bibit dalam jumlah tepat yaitu 2–3% atau 3–4 sendok makan per liter susu).
Susu terlalu kuat diaduk saat dicampur bibit, sehingga mengganggu keaktifan starter.
Susu diaduk secukupnya saja.
C. Yoghurt jadi tetapi kurang enak rasanya
Yoghurt terasakasar di lidah,
Banyakmengandung butiran kecil.
Susu bubuk yang digunakan bukan susu instan dan belum larut benar.
 
Cara melarutkan susu bubuk adalah menambahkan air hangat atau air panas ke dalam tumpukan susu sedikit demi sedikit. Dilakukan sambil terus mengaduk campuran hingga menjadi adonan. Barulah dituangkan air dalam jumlah yang lebih banyak. Agar lebih larut, campuran ini dimasak selama 15–20 menit.
Yoghurt tidak enak, tidak seperti yoghurt (rasanya aneh atau asing, baunya busuk/tengik).
Bibit tercemar mikroba lain.
Diganti bibit dengan yang baru.
Rasa yoghurt hambar (kurang asam).
Suhu fermentasi agak terlalu tinggi (47–52°C), berakibat keseimbangan dan kelakuan L. bulgaricus dan S.thermophilus dalam yoghurt terganggu. Produksi laktasedan asam laktat pun berkurang.
Suhu fermentasi diatur agar tetap beradadi antara 40–44°C (atau dibaca petunjuk dari pembuat bibit yoghurt). Disimpan lebih lama. Bila ingin yoghurt lebih asam lagi, setelah fermentasi ditambahkan asam dari buah atau asam sitrat.
Rasa yoghurt terlalu asam.
Fermentasi terlalu lama (lebih dari 1–2 hari), mengakibatkan produksi
asam banyak.
Begitu yoghurt jadi, segera dimasukkan ke dalam lemari pendingin untuk menghentikan produksi asam.
Suhu fermentasi terlalu rendah (di bawah 25°C), berakibat keseimbangan serta kelakuan L. Bulgaricus dan S. thermophilus dalam yoghurt terganggu.
Yoghurt difermentasi pada suhu yang tepat (40–44°C, atau dibaca petunjuk dari pembuat bibit yoghurt).
Ada bau hangus.
Susu terlalu lama dipanaskan sehingga menimbulkan bau
hangus.
Susu dimasak secukupnya saja (10–20 menit, 80–90°C). Jika menggunakan susu bubuk, diaduk teratur selama dimasak untuk menjaga agar susu tidak gosong di dasar wadah.
D. Yoghurt jadi tetapi memisah
Terbentuk air dadih di atas permukaan yoghurt.
Yoghurt difermentasi terlalu
lama (lebih dari 12 jam).
Susu diamati setiap ½ atau 1 jam. Jika sudah jadi, segera dipindahkan ke wadah lain dan dimasukkan dalam lemari pendingin.
Wadah susu terguncang atau
dipindahkan saat difermentasi.
Tempat menyimpan dipilih yang stabil dan bebas gangguan.
Yoghurt terlalu encer sehingga akhirnya memisah
Kekentalan susu perlu ditingkatkan atau ditambahkan sedikit zat penstabil

 

 

Tips Rahasia Dalam Pembuatan Yogurt

  • Pastikan proses fermentasi yoghurt menggunakan wadah yang kendap akan udara. Karena dengan begitu akan membantu melancarkan proses ferementasi.
  • Saat membeli plain lihat masa kadaluarsa untuk menghindari kegagalan dalam proses pembuatan yoghurt.
  • Saat memasukkan susu kedalam wadah pastikan jika susu masih dalam keadaan yang hangat. Tidak boleh terlalu dingin ataupun panas.
  • Bibit yoghurt adalah cimory, biokul. Disebut bibit karena merupakan biang penghasil yoghurt. Perhatikan kemasannya dan pilih yang terdapat tulisan “Live Culture” agar fermentasi bakterinya berkembang. Taukan anda maksut dari “Live Culture”? yang dimaksud adalah Lactobacillus Bulgaricus dan Strepcoccus Thermophilus.
  • Pastikan perbandingan antara susu dan bibit nya seimbang agar proses fermentasi sempurna.  Karena apabila terlalu kental maka bibit terlalu banyak dan apabila terlalu encer maka kandungan bakteri baiknya sedikit.

 

Kesimpulan

Itulah tadi cara membuat yogurt sendiri di rumah dengan baik dan benar. Pada dasarnya membuat menu buka  puasa yang enak dengan yogurt sangatlah mudah, praktis, simpel dan tentunya bisa di praktekkan sendiri di rumah.

Semoga infonya bermanfaat..

Editor: | Update: Maret 28, 2020

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *