Swap di Server VPS Linux Mencegah Server Down (Step-by-Step + Penjelasan)

Swap di Server VPS Linux Mencegah Server Down (Step-by-Step + Penjelasan)

Swap adalah salah satu komponen paling penting namun sering diabaikan dalam konfigurasi server Linux, terutama pada VPS dengan RAM terbatas (2–8GB).

Banyak kasus server sering down, service tiba-tiba mati, atau website WordPress tidak bisa diakses ternyata bukan karena nginx rusak — melainkan karena RAM habis dan tidak ada swap sebagai bantalan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mendalam tentang:

  • Apa itu swap
  • Kenapa swap penting
  • Kapan swap dibutuhkan
  • Risiko server tanpa swap
  • Cara membuat swap di Linux (aman, cepat, tanpa reboot)
  • Cara membuat swap permanen
  • Cara tuning performa swap
  • Cara verifikasi swap aktif
  • Best practice ukuran swap
  • Dampak swap ke performa server
  • Studi kasus server WordPress & PHP-FPM
  • Kesalahan umum saat membuat swap

Panduan ini cocok untuk:

  • VPS user
  • Admin server
  • Pengelola WordPress
  • DevOps pemula
  • Pengguna Ubuntu / Debian / CentOS

Apa Itu Swap di VPS Linux?

Swap adalah ruang di disk yang digunakan Linux sebagai memori cadangan ketika RAM utama hampir penuh.

Secara sederhana:

RAM = memori cepat
Swap = memori cadangan di disk

Ketika RAM penuh:

  • Linux memindahkan data yang jarang dipakai ke swap
  • RAM jadi lega kembali
  • Proses penting tetap berjalan
  • Server tidak langsung crash

Swap bukan pengganti RAM — tetapi penyangga darurat.


Kenapa Server VPS Tanpa Swap Berbahaya?

Jika server tidak memiliki swap dan RAM habis:

➡️ Kernel menjalankan OOM Killer (Out Of Memory Killer)
➡️ Proses akan dibunuh paksa
➡️ Biasanya yang mati:

  • php-fpm
  • mysql
  • node
  • java
  • docker container
  • redis

Dampaknya:

  • Website error 502
  • API mati
  • nginx tetap hidup tapi backend mati
  • Server terasa “down”
  • Service restart sendiri

Banyak admin salah menyangka ini error aplikasi — padahal RAM habis.


Contoh Kondisi Nyata (Kasus Umum VPS)

Server:

  • RAM: 4GB
  • WordPress
  • nginx
  • php-fpm
  • MySQL
  • Tanpa swap
READ :  Mengatur Permission Folder, File Web Server Linux yang Aman dan Stabil

Saat traffic naik:

  • php-fpm spawn worker
  • RAM penuh
  • OOM kill php-fpm
  • nginx tidak dapat backend
  • Website error 502

Admin cek log nginx → terlihat normal
Padahal penyebabnya RAM.


Kapan Swap Wajib Dibuat?

Swap sangat dianjurkan jika:

✅ RAM < 8GB
✅ Menjalankan WordPress
✅ Menjalankan database
✅ Menjalankan PHP-FPM
✅ VPS cloud
✅ Shared workload
✅ Traffic tidak stabil
✅ Banyak bot scan

Swap sangat penting pada:

  • VPS 2GB
  • VPS 4GB
  • VPS 6GB

Apakah Swap Membuat Server Lambat?

Jawaban jujur: kadang iya — tapi jauh lebih baik daripada crash.

Swap:

  • Lebih lambat dari RAM
  • Tapi lebih baik daripada OOM kill
  • Lebih baik lambat daripada mati

Swap adalah safety net, bukan performance booster.


Jenis Swap di Linux

Ada dua jenis:

1️⃣ Swap Partition

Partisi khusus swap di disk.

2️⃣ Swap File (paling umum)

File biasa yang dijadikan swap.

👉 Di VPS modern → gunakan swap file
Lebih fleksibel, tidak perlu repartisi.


Ukuran Swap yang Disarankan

RAMSwap
1–2GB2GB
4GB2GB
8GB2–4GB
16GB4GB

32GB | opsional |

Untuk server kamu (4GB RAM):
👉 Swap 2GB ideal


Cara Membuat Swap di Linux (Langkah Lengkap)

Semua perintah dijalankan sebagai root.


Step 1 — Buat File Swap

fallocate -l 2G /swapfile

Artinya:

  • membuat file bernama /swapfile
  • ukuran 2GB

Jika fallocate tidak tersedia

Gunakan metode lama:

dd if=/dev/zero of=/swapfile bs=1M count=2048

Ini membuat file swap manual.


Step 2 — Set Permission Aman

chmod 600 /swapfile

Penting:

  • hanya root yang bisa akses
  • keamanan sistem terjaga

Step 3 — Format Jadi Swap

mkswap /swapfile

Output normal:

Setting up swapspace version 1

Step 4 — Aktifkan Swap

swapon /swapfile

Swap langsung aktif tanpa reboot.


Step 5 — Verifikasi Swap

free -h

Contoh hasil:

Swap: 2.0Gi  0B  2.0Gi

Atau:

swapon --show

Membuat Swap Permanen (Auto Aktif Saat Boot)

Edit file:

nano /etc/fstab

Tambahkan baris:

/swapfile none swap sw 0 0

Simpan.

Sekarang swap otomatis aktif saat reboot.


Mengatur Swappiness (Penting!)

Swappiness menentukan:

seberapa cepat Linux memakai swap

Nilai default = 60
Server biasanya lebih baik = 10–20


Set Sementara

sysctl vm.swappiness=10

Set Permanen

nano /etc/sysctl.conf

Tambah:

vm.swappiness=10

Arti Nilai Swappiness

NilaiPerilaku
0hampir tidak pakai swap
10pakai swap saat perlu
60agresif pakai swap
100sangat agresif

Server → gunakan 10–20


Cara Mengecek Swap Sedang Dipakai atau Tidak

free -h

Kolom swap used menunjukkan pemakaian.

READ :  Nginx + Unix Socket vs TCP Socket

Detail lebih lengkap:

cat /proc/meminfo | grep Swap

Cara Mematikan Swap (Jika Perlu)

swapoff /swapfile

Studi Kasus: WordPress + PHP-FPM

Masalah umum:

  • bot scan banyak
  • PHP spawn worker
  • RAM naik
  • tanpa swap → OOM kill
  • dengan swap → server tetap hidup

Swap menyelamatkan banyak server WordPress.


Studi Kasus: Server Bot & API

Node / Python:

  • memory burst
  • cache object
  • job queue
  • parsing data

Swap mencegah crash saat burst.


Apakah Swap Aman untuk SSD?

Ya — tapi:

  • jangan buat swap terlalu besar
  • jangan biarkan server swap heavy terus
  • gunakan sebagai buffer saja

Tanda Server Membutuhkan Swap

free memory < 200MB
load spike
service restart sendiri
502 error nginx
php-fpm mati mendadak
mysql restart

Monitoring Swap Usage

vmstat 1

Lihat kolom:

si = swap in
so = swap out

Jika besar terus → RAM kurang.


Best Practice Setelah Membuat Swap

Setelah swap aktif, lanjutkan:

✅ batasi php-fpm worker
✅ aktifkan nginx cache
✅ aktifkan OPcache
✅ optimasi MySQL buffer
✅ gunakan page cache
✅ pasang monitoring


Kesalahan Umum Saat Membuat Swap

❌ lupa chmod 600
❌ lupa mkswap
❌ lupa swapon
❌ lupa fstab
❌ swap terlalu besar
❌ swappiness tidak diatur


Swap Bukan Pengganti Upgrade RAM

Swap = penyangga
RAM = performa utama

Jika swap sering penuh → upgrade RAM.


Ringkasan Cepat Perintah

fallocate -l 2G /swapfile
chmod 600 /swapfile
mkswap /swapfile
swapon /swapfile
nano /etc/fstab
sysctl vm.swappiness=10

Dampak Langsung Setelah Swap Aktif

Biasanya kamu akan melihat:

✅ server lebih stabil
✅ tidak mudah OOM
✅ php-fpm tidak sering mati
✅ WordPress lebih tahan spike
✅ traffic bot tidak bikin crash


Penutup

Menambahkan swap adalah salah satu langkah paling sederhana namun paling berdampak dalam meningkatkan stabilitas server Linux, khususnya pada VPS dengan RAM terbatas.

Banyak kasus “server sering down” ternyata selesai hanya dengan:

  • menambah swap
  • tuning swappiness
  • sedikit optimasi service

Swap bukan fitur tambahan — tapi komponen keselamatan sistem.