7 Perilaku Orang Tua Ini, Bisa Jadikan Mental Anak Drop

Anak-anak merupakan usia paling rentan mengalami trauma yang nantinya akan dibawa saat dewasa. Apalagi jika anak sudah mengalami stres sejak kecil, maka kemungkinan ia akan menjadi pemurung dan tidak produktif saat beranjak dewasa.

Makanya, kita sebagai orang tua harus selalu memperhatikan mental anak kita agar tidak mengalami stres, depresi, dan sebagainya.

Sebab kebanyakan orang tua selalu menitikberatkan anak agar bisa menjadi apa yang mereka inginkan. Sehingga anak akan cenderung terkekang dan kaku dalam menjalani hidupnya.

Tanpa disadari, ada lho beberapa perilaku orang tua yang justru menjatuhkan mental anak dan membuatnya stres. Sebelum terlambat, segera sadari dan jauhi perilaku ini agar anak anda bisa menjadi orang yang sukses di masa depan. Nah berikut adalah perilaku orang tua yang bisa bikin anak jadi stres_ / Drop.

 

1. Selalu membanding-bandingkan

Memang, tidaklah salah jika orangtua terkadang membandingkan anak dengan anak lain seperti anak tetangga. Karena itu dapat memotivasi anak supaya bisa jadi lebih baik. Yang salah adalah jika kita selalu membanding-bandingkan anak kita dengan orang lain.

Karena itu dapat membuat anak menjadi tertekan. Karena sampai kapanpun anak anda tidak akan bisa menjadi seperti anak tetangga anda, begitupun sebaliknya. Jadi, sebaiknya hindari perilaku ini. Berikan pujian kepada anak anda, sekecil apapun usaha yang telah dilakukannya.

2. Memberikan label buruk kepada anak

Walau sekedar candaan sekalipun, sebaiknya jangan pernah berikan label buruk kepada anak anda. Misalnya, memanggil anak dengan panggilan si caplang, si pesek, si pendek, dan sebagainya. Namun, itu justru membuat anak menjadi minder karena kekurangannya tersebut.

Memang, mereka cenderung biasa-biasa saja dengan label tersebut. Tapi jika label ini terus di-cap kepadanya hingga dewasa. Maka kemungkinan dia akan mengingat terus kekurangan tersebut. Akhirnya, kekurangan itu akan membutakan kelebihan yang dimilikinya.

3. Mendidik anak dengan sangat ketat

Semisal anda menginginkan anak anda untuk menjadi seorang tentara. Sehingga anda melarang anak anda untuk memakan coklat karena takut gigi anak anda bolong. Padahal, wajar jika anak-anak sangat menyukai coklat karena rasanya yang manis.

Tanpa disadari, didikan seperti inilah yang justru membuat anak tertekan. Kalaupun harus, sebaiknya sesekali berikan anak anda coklat. Jangan sampai kesenangan anak anda tergadaikan, hanya karena ego dan tekad anda yang begitu besar.

4. Sering mengeluh di hadapan anak

Sebaiknya anda jangan pernah menceritakan keluh kesah anda kepada anak anda. Apalagi jika anak anda cenderung tidak begitu rewel atau banyak minta. Karena itu akan membuatnya seolah-olah merasakan apa yang sedang anda rasakan.

Padahal, masa kanak-kanak adalah masa terindah dan menyenangkan tanpa sedikitpun beban yang harus ditanggung. Jika sang anak selalu melihat orang tuanya mengeluh, justru ia akan menjadi sedih dan malu karena selalu merepotkan anda. Padahal kan tidak.

5. Selalu menuntut anak

Anda harus sadar bahwa anak anda adalah manusia yang mempunyai naluri. Ia mempunyai keinginannya sendiri dan anda pun menginginkan anak anda untuk menjadi sesuatu. Nah, jika keinginan anak anda mengarah kepada kebaikan, biarkan saja.

Jangan jadi orang tua yang egois. Hanya karena perbedaan keinginan dan ego anda yang begitu besar, membuat anda selalu menuntut anak anda untuk menjadi apa yang anda inginkan. Akhirnya malah membuat anak menjadi pribadi yang kaku dan juga dingin.

6. Selalu memarahi anak ketika berbuat salah

Sadarlah bahwa anak anda adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Jadi, jangan selalu memarahinya ketika berbuat salah. Apalagi jika kesalahan tersebut cenderung sepele, contohnya menjatuhkan gelas, atau salah menaruh pakaian.

Cukup nasihati dia dengan perkataan yang lembut, dijamin anak anda lama kelamaan akan nurut terhadap ucapan anda. Ketimbang anda selalu memarahinya yang justru membuat sang anak takut berbuat salah. Parahnya lagi, anak anda bisa saja menjadi pembangkang yang ulung.

7. Cuek terhadap anak

Mungkin anda tidak melihat keanehan pada anak anda. Padahal ia mungkin saja menyimpan masalah yang begitu besar namun tidak memiliki teman untuk menceritakan masalah tersebut. Maka itu, anda lah sebagai orang pertama yang mendengarkan keluh kesahnya.

Mayoritas orang tua, cuek terhadap anaknya, karena merasa baik-baik saja. Perilaku tersebut justru membuat anak segan untuk menceritakan masalahnya kepada anda. Kemungkinan terbesar, adalah anak mencari pelarian dari masalahnya seperti mengonsumsi narkoba, pergaulan bebas, dan semacamnya.

Nah, itulah beberapa perilaku yang mungkin harus anda hindari atau minimalisir agar menciptakan generasi penerus yang lebih positif. Karena anak adalah hal yang paling berharga bagi kita sebagai orang tua. Anak yang sholeh yang akan selalu mendoakan kita.

Anak yang baik yang merawat kita saat kita tua nanti. Jadi, perlakukanlah mereka dengan sebaik-baiknya, kelak mereka akan selalu mengingat jasa-jasa kita. Dengan menghindari perilaku-perilaku di atas, dijamin anak anda akan lebih baik dan patuh kepada anda.



Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *