8 Oleh-Oleh Khas Payakumbuh, SumBar Paling Populer

Payakumbuh dikenal sebagai kota kuliner di Sumatera Barat, sehingga tidak mengherankan jika oleh-oleh khas Payakumbuh didominasi oleh makanan lezat.

Namun ada pula beberapa jenis souvenir yang cocok untuk dijadikan sebagai buah tangan untuk saudara dan teman yang tinggal di luar Pulau Sumatera, yang dilansir dari Minangku.com

 

Oleh-Oleh Khas Payakumbuh

1. Galamai

Galamai adalah salah satu oleh-oleh khas Payakumbuh yang terbuat dari tepung beras ketan, santan dan gula aren. Kudapan manis yang satu ini sekilas terlihat seperti dodol karena teksturnya sama-sama kental, lengket dan warnanya juga hitam kecokelatan.

Proses pembuatan Galamai termasuk cukup lama karena membutuhkan waktu lebih dari 4 jam. Galamai juga membutuhkan banyak tenaga untuk membuatnya, khususnya saat proses pengadukan semua bahan hingga mengental. Proses pengadukan itu sendiri bahkan membutuhkan waktu antara 3-4 jam.

Galamai di Payakumbuh biasanya disajikan pada acara-acara spesial, misal seperti acara pernikahan, syukuran ataupun saat hari raya. Namun, jika Anda ingin mencoba Galamai, biasanya makanan manis ini banyak dijual di pusat oleh-oleh dengan harga sekitar Rp. 100.000 per kg.

2. Randang Talua

Rendang khas Padang bukan hanya terbuat dari bahan dasar daging sapi, namun ada pula olahan rendang yang dibuat dari bebek, belut, nangka hingga jengkol. Rendang juga ada yang terbuat dari telur, tetapi kali ini rendang yang dimaksud bukan dalam bentuk hidangan masakan melainkan camilan.

Randang talua adalah salah satu camilan paling populer di Sumatera Barat khususnya Payakumbuh. Camilan ini memiliki rasa yang gurih dengan tekstur yang sangat renyah seperti keripik sehingga Anda harus siap-siap merasa ketagihan saat pertama kali mencobanya.

Randang talua ini bisa dengan mudah Anda beli di pasar ataupun pusat oleh-oleh yang ada di Payakumbuh. Bukan hanya dijadikan sebagai camilan, randang talua juga lezat jika dimakan bersama sepiring nasi hangat.

3. Bareh Randang

Makanan ini memang dikenal dengan nama bareh randang, namun bukan seperti jenis rendang berbumbu gurih pedas pada umumnya. Bareh rendang adalah sebuah kudapan manis yang mudah Anda dapatkan di kawasan Darek yang meliputi kota Payakumbuh, Agam, Lima Puluh Kota dan Tanah Datar.

Bahan utama bareh randang adalah tepung beras yang dimasak dengan cara disangrai. Bareh memiliki makna beras, sedangkan randang bermakna sangrai sehingga dari situlah nama bareh randang itu muncul.

Tepung beras yang disangrai hingga kering itu lalu dicampur dengan santan dan gula yang sudah dicairkan. Tekstur bareh randang ini cukup unik, bagian dalam kudapan ini lembut namun permukaannya agak kasar.

Biasanya bareh randang disajikan di acara-acara spesial seperti acara pernikahan, upacara adat ataupun saat hari raya.

4. Batiah

Oleh-oleh khas Payakumbuh berikutnya adalah batiah yang terbuat dari beras ketan putih. Secara sekilas bentuk batiah mirip dengan rengginang, namun yang membedakan hanya pada bahan dasarnya saja, sebab rengginang terbuat dari beras.

Proses pembuatan batiah ini dimulai dari menanak beras ketan lalu bentuk bulat pipih beberapa porsi kecil beras ketan yang sudah matang itu. Jemur di bawah sinar matahari selama beberapa jam hingga kering lalu goreng batiah hingga matang.

Batiah biasanya tersedia dalam dua rasa yaitu gurih dan asin. Bagian permukaan batiah manis biasanya juga dihiasi dengan lelehan caramel sehingga membuatnya terasa lebih manis. Batiah bisa dengan mudah Anda beli di pasar ataupun pusat oleh-oleh di Payakumbuh dengan harga sekitar Rp. 10.000 per kemasan.

5. Dendeng Jantung Pisang

Jantung pisang biasanya hanya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan masakan untuk diolah menjadi sayur atau gulai. Namun di Payakumbuh Anda bisa menemukan olahan jantung pisang yang unik sebab diolah menjadi dendeng.

Dendeng jatung pisang khas kota Payakumbuh ini memang cocok dijadikan sebagai oleh-oleh sebab selain rasanya enak juga karena tahan lama. Anda bisa membeli dendeng jantung pisang dalam kemasan berukuran 100 gr ini di pusat oleh-oleh yang tersebar di Sumatera Barat.

6. Tenun Balai Panjang

Kain tenun Indonesia sangat beraneka ragam jenisnya dengan ciri yang berbeda-beda di tiap daerah. Payakumbuh juga memiliki kain tenun yang khas dikenal dengan nama tenun balai panjang. Ciri khusus dari kain tenun balai panjang adalah motifnya yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat Payakumbuh.

Motif tenun balai panjang biasanya diambil dari keberagaman dan persatuan khas masyarakat Payakumbuh serta motif yang terinspirasi dari tanaman kumbuh salah satu tanaman khas kota Payakumbuh Keunikan motif kain tenun balai panjang ini kini sudah banyak diminati oleh para pelaku industri mode dunia.

7. Aksesoris dari Kayu

Berbagai aksesoris dari kayu juga merupakan oleh-oleh khas Payakumbuh yang paling popular. Salah satu keunikan aksesoris yang dibuat oleh para pengrajin di kota Payakumbuh disebabkan karena Anda bisa menentukan sendiri bentuk atau modelnya sesuai dengan keinginan Anda sebagai pemesannya.

Proses pembuatan aksesoris kayu juga dibuat secara manual sehingga akan menghasilkan karya yang sangat cantik. Salah satu contohnya bisa terlihat dari ukiran pada kalung dan cincin buatan para pengrajin tersebut yang sangat rapi.

Biasanya aksesoris kayu buatan para pengrajin di Payakumbuh dijual di sejumlah tempat wisata ataupun pusat oleh-oleh, Namun, jika Anda ingin memesan aksesoris sesuai dengan keinginan Anda maka harus dating langsung ke tempat kerajinan kayu tersebut dibuat.

Beragam aksesoris kayu khas kota Payakumbuh biasanya dipasarkan dengan harga yang cukup terjangkau. Tentunya harga tiap aksesoris akan berbeda tergantung dari model dan ukurannya, apalagi jika Anda ingin memesan aksesoris dengan model yang tidak pasaran maka harganya pun akan semakin tinggi.

8. Kerajinan Limbah Batok Kelapa

Perkebunan kelapa di Sumatera Barat cukup luas sehingga hasilnya pun cukup berlimpah. Sayangnya, hasil perkebunan kelapa itu juga berbanding lurus dengan limbah yang tentunya jika dibiarkan menumpuk akan bisa merusak keindahan kota Payakumbuh.

Untungnya di Payakumbuh ada pengrajin yang mampu menyulap limbah batok kelapa menjadi berbagai macam kerajinan tangan yang cantik. Kerajinan dari limbah batok kelapa itu juga sangat cocok untuk dijadikan sebagai buah tangan bagi saudara atau teman-teman.

Batok kelapa banyak yang dijadikan sebagai aksesoris cantik seperti gelang, kalung, cincin hingga jam tangan. Proses pembuatan aksesoris dari limbah batok kelapa termasuk rumit dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.

Proses pembuatan kerajinan limbah batok kelapa itu diawali dengan mengeringkan dan memotong batok kelapa. Kemudian batok kelapa diukir sesuai dengan desain dan selanjutnya batok kelapa diamplas hingga pada akhirnya menjadi aksesoris cantik bernilai seni tinggi.

Aksesoris yang terbuat dari limbah batok kelapa ini memang sangat unik. Maka dari itu banyak wisatawan yang tertarik membelinya khususnya wisatawan luar negeri.

Hasil karya para pengrajin aksesoris yang terbuat dari limbah batok kelapa ini bahkan sudah mulai diekspor ke beberapa negara di Eropa, contohnya seperti Prancis dan Finlandia.

Demikian, ulasan kali ini mengenai Oleh-oleh khas Payakumbuh yang populer dan harus kamu bawa pulang ke kampung halaman selepas berkunjung ke kota ini. Semoga artikel di atas bisa bermanfaat dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *