Alasan Jurnal Discontinued dari Scopus

(Sumber: scopus.com)

Saat ini dunia publikasi di gemparkan dengan informasi jurnal scopus yang tiba tiba discontinued (diberhentikan atau tidak lagi terdaftar dalam indeksasi Scopus per juni 2020 kemarin)…  hal ini sangat merugikan bagi author (penulis). Jangan sampai tulisan bagus tapi salah pemilihan jurnal.

Alasan Jurnal discontinued

ada 3 alasan penting jurnal discontinued dari scopus berdasarkan url: klik disini

1. MATRIK

  • Self citation rate yang dilakukan oleh publisher jurnal dengan mengambil artikelnya sendiri di jurnal tersebut.
  • Total citation rate dengan mempertahankan naik turunnya sitasi dari eksternal jurnal
  • Citescore sebagai dasar perhitungan SJR dalam scimago yang menentukan peringkat jurnal
  • Number of article yang dipublikasikan relative stabil tidak terjadi lonjakan publikasi pada tahun tahun tertentu
  • Number of full text clicks on scopus.com terkait reader mengklik artikel jurnal di web scopus yang mempengaruhi matrik penilaian.
  • Abstract usage on scopus.com terkait reader mengklik abstrak artikel jurnal di web scopus.com karena terdapat jurnal yang open access dan non open access.

2. RADAR

Radar yang dibuat Elsevier untuk analisis data dengan mengontrol publikasi dari jurnal jurnal yang dianggap tidak wajar, misalnya: jumlah publikasi yang melonjak dan tidak stabil.

3. Publication Concerns

  • Mematuhi kebijakan publisher dan aturan yang ditetapkan scopus misalnya: peer review, keragaman demografi dari editor dan author
  • Konten jurnal yang dipublikasi tidak sesuai dengan scope jurnal dan berkontibusi secara keilmuan.
  • Journal standing berkaitan sitasi dan editorial sesuai aturan yang berlaku dalam jurnal tersebut atau tidak.
  • Publishing regularity berkaitan ketepatan waktu publikasi yang konsisten atau tidak
  • Online availability berkaitan dengan ketersedian akses secara online.

Daftar list jurnal discontinued, buka url berikut: klik disini 

Demikian alasan jurnal discontinued dari scopus…. semoga bermanfaat..

salam publikasi

By: Ahmad Khoiri

Dosen Universitas Sains Alqur’an Wonosobo

Editor: | Update: Oktober 22, 2020

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *