Selisih Paham SPBB Wonosobo, Warga Jetis Pacarmulyo

218 Shares
foto ilustrasi kejadian kisruh PSBB, di timbang – leksono

Wonosobo, leksono – SEOsatu news, Terjadi selisih paham antara warga desa timbang dengan warga dukuh jetis pacarmulyo. kejadian sekiatar 15.00 wib,  berjumlah ± 150 orang berjalan menuju pos jaga covid-19 desa timbang.

Berdasarkan informasi warga sekitar pak Iswanto (tukang ojek) saksi mata, Masalah ini dipicu ada 3 orang warga jetis ingin silaturahmi lebaran, namun tidak boleh masuk desa timbang di stop pada pos jaga, karena wonosobo sedang (PSBB) = Pembatasan aktivitas warga/masyarakat.

Akhirnya 3 orang diputar balik kembali, selang 1 jam datang warga jetis sekitar > 150 orang menyerbu pos jaga timbang karena tidak terima, terjadi cek-cok dan saling dorong, pak hansip telepon pak lurah, selanjutnya pak lurah telepon polsek leksono untuk mengamankan suasana.

Terdengar suara pengumuman di musola al-barokah timbang menghimbau semua pemuda timbang diharap cepat datang ke pos jaga covid, kondisi saat itu sangat rame warga, polsek leksono coba dinginkan kondisi.

Warga jetis mulai meninggalkan pos jaga timbang setelah pihak polsek leksono dan kades timbang berjanji akan musyawarahkan masalah ini ke tingkat kecamatan.

Hingga berita ini di turunkan (27/mei/20) kami warga timbang leksono masih menunggu hasil mediasi masalah kisruh blokir warga yang tidak boleh masuk, ujar salah satu warga “andre”.

Editor: | Update: Oktober 23, 2020


Baca Juga:

2 thoughts on “Selisih Paham SPBB Wonosobo, Warga Jetis Pacarmulyo

  1. Avatar for NN

    Mohon maaf, sedikit mengoreksi ya. Di Wonosobo belum diberlakukan karantina wilayah (PSBB), namun masih pembatasan aktivitas warga/masyarakat ditingkat desa/kelurahan. Terimakasih

    Reply
    1. Avatar for Tn. AndreasTn. Andreas

      terimaksih atas revisinya, tim kita akan edit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *