Apa Itu Baja Ringan? Jenis, Kekurangan & Kelebihannya

Pengertian baja ringan, Jenis dan Beberapa alasan menggunakan baja ringan.

Berbicara tentang Baja Ringan pasti sudah tidak asing lagi terdengar di kalangan masyarakat, karna sebagian besar telah menerapkannya dalam kontruksi bangunan seperti pembuatan atap, daun pintu, jendela, pagar rumah dll.

Baja Ringan merupakan jenis baja yang tersusun dari besi dan carbon yang berbentuk tipis dan ringan namun memiliki kekuatan luar biasa sehingga kuat, kokoh, awet dan tahan lama/karat untuk konstruksi bangunan jangka panjang.

 

Kelebihan baja ringan

1. Kuat, awet dan tahan lama

Seperti kita ketahui penggunaan kayu dalam kontruksi pembangunan mudah terserang rayap, semut dan rawan terhadap pelapukan. Sehingga pengunaan baja ringan ini menjadi solusinya

2. Ringan, mempermudah pemasangan

Ukurannya yang tipis dan ringan mempermudah dalam pemasangan/pembuatan rangka untuk dibentuk dan di sambung sesuai keinginan.

3. Efisien terhadap waktu pengerjaan

Menghemat waktu dan mempercepat pengerjaan suatu konstruksi bangunan karna bahannya yang tipis dan ringan mudah untuk dibentuk.

4. Menjaga lingkungan dan alam

Persediaan kayu yang bagus semakin langka karna adanya penebangan liar sehingga membuat lingkungan hidup menjadi gersang, dengan memakai baja ringan akan mengurangi penggunaan kayu sehingga dapat menghijaukan alam.

5. Tidak memiliki nilai muai dan susut

Artinya baja ringan tidak akan memanjang(muai) jika terkena panas dan tidak memendek(susut) jika terkena dingin.

 

Kekurangan baja ringan

1. Harga cukup mahal

Umumnya, kisaran harga konstruksi baja ringan per meter persegi adalah Rp.150.000,- hingga Rp.250.000,- . Tergantung jenis, merek, bentuk dan ukurannya.

2. Mudah terbawa angin

Ukurannya yang tipis dan ringan serta pemasangannya menggunakan baut mempermudah terbawa angin apabila diterjang angin secara konstan,apalagi di tempat yang ber-angin seperti pegunungan dan dekat pantai.

3. Perlu perhitungan matang dalam pemasangan

Karna bentuk pembuatan rangka ataupun atap seperti jaring  jadi perlu perhitungan matang dan harus pada ahlinya dalam pemasangan, jika salah satu bagian kurang memenuhi syarat maka akan mempengaruhi lainnya. Parahnya lagi bisa roboh semua satu bangunan utuh.

4. Tampilan kurang menarik

Jika dilihat dari bagian dalam bangunan maka akan terlihat kurang menarik karna struktunya yang seperti jaring, Jadi harus di tutup dengan plafon atau bahan lain.

 

Jenis-jenis baja ringan

1. Baja Ringan C / canal

Berbahan plat baja gaya tarik tinggi (G550) / baja ringan yang dilapisi dengan seng + alumunium atau sering disebut (Zincalume/Galvalume) memiliki kelebihan anti karat & Rayap. Sering di-aplikasikan sebagai rangka atap baja ringan atau kuda-kuda utama baja ringan.

2. Baja Ringan Reng

Baja ringan reng memiliki model atau Berbentuk trapesium, berfungsi sebagai peletakan atap, pada umumnya ketebalan reng 0,45 mm dengan tinggi mulai dari 28 mm sampai dengan 40 mm.

3. Baja ringan Taso

Baja ringan dengan merk taso memiliki ketebalan 0,75 mm dan 1 mm dengan tinggi 7,5 cm dan lebar kaki 3,5 cm dan panjang 6 meter perbatang.

 

Kesimpulan

Dari kelebihan dan kekurangan baja ringan di atas anda bisa memutuskan sendiri untuk konstruksi yang akan anda bangun, Akankah tetap menggunakan baja ringan dalam kontruksi yang anda rencanakan? Itu semua tergantung anda sendiri..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *