Jenis, Manfaat Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

Perbedaan Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa

 ASURANSI KESEHATAN

1. Pengertian

Apa itu Asuransi Kesehatan? Asuransi Kesehatan adalah sebuah jenis produk asuransi yang diperuntukkan untuk memberikan jaminan kesehatan kepada para tertanggungnya apabila tertanggung mengalami sakit atau kecelakaan.

Asuransi Kesehatan ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan asuransi dengan beragam pilihan mulai dari perlindungan biaya rawat inap di rumah sakit hingga perawatan jalan pra dan pasca proses rawat inap di rumah sakit. Selain itu, Asuransi Kesehatan kini juga menyediakan jaminan untuk biaya proses melahirkan normal maupun sesar kepada tertanggungnya.

Untuk mendapatkan perlindungan atau manfaat Asuransi Kesehatan, setiap nasabah atau pemegang polis Asuransi Kesehatan wajib membayar premi asuransi keshatan secara berkala. Besaran premi Asuransi Kesehatan bervariatif, nilainya disesuaikan dengan kondisi kesehatan tertanggung, tingkat risiko, manfaat dan ketentuan lainnya dari perusahaan asuransi yang bersangkutan.

Berbeda dengan BPJS Kesehatan, asuransi swasta memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki BPJS Kesehatan seperti unggul dalam hal kecepatan, kemudahan dan fleksibilitas memilih rumah sakit. Pengobatan di semua rumah sakit pada dasarnya diterima oleh asuransi, baik itu yang kerjasama (cashless) dan tidak kerjasama (reimbursement).

2. Jenis-Jenis Asuransi Kesehatan

Seperti asuransi mobil dan asuransi perjalanan, Ada beberapa jenis asuransi kesehatan di Indonesia yang dibedakan berdasarkan beberapa kriteria, yaitu antara lain berdasarkan:

  • Jenis Perawatan
    • Asuransi Kesehatan rawat inap (in-patient treatment)
      Asuransi Kesehatan yang membiayai perawatan yang mengharuskan pasien untuk tinggal (opname) di sebuah ruangan rumah sakit.
    • Asuransi Kesehatan rawat jalan (out-patient treatment)
      Asuransi Kesehatan yang membiayai perawatan pasien berupa pelayanan medis seperti pengamatan, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan lainnya yang tidak mengharuskan pasien untuk tinggal (opname) di rumah sakit.
  • Keikutsertaan
    • Wajib
      Pembelian dan pembayaran asuransi tiap individu dilakukan secara wajib dan mengikuti aturan tertentu seperti seorang karyawan yang harus membeli polis asuransi sesuai dengan peraturan dalam perusahaan atau organisasi tempat dia bekerja.
    • Sukarela
      Pembelian dan pembayaran asuransi tiap individu dilakukan secara bebas yang artinya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari individu tersebut tanpa terikat suatu aturan perusahaan atau organisasi.
  • Biaya yang Ditanggung
    • Tanggungan Total
      Jenis Asuransi Kesehatan dimana seluruh biaya perawatan nasabah akan ditanggung oleh perusahaan asuransi baik dari rawat inap maupun rawat jalan yang jumlahnya sesuai dengan yang tertera dalam polis asuransi.
    • Tanggungan Tinggi Saja
      Jenis Asuransi Kesehatan dimana perusahaan asuransi hanya akan menanggung biaya yang tergolong besar dan tidak akan menanggung biaya-biaya rawat jalan kecil seperti pemeriksaan, diagnose, obat, dll.
  • Pihak yang Ditanggung
    • Personal
      Perusahaan asuransi akan memberikan perlindungan kepada satu individu saja (pribadi) sesuai dengan syarat yang berlaku dalam polis asurasinya.
    • Kelompok
      Perusahaan asuransi akan memberikan perlindungan kepada kelompok tertentu (anggota perusahaan atau keluarga) seusia dengan syarat dan ketentuan polis (biasanya dihitung berdasarkan jumlah karyawan atau anggota keluarga yang dipertanggungkan).

3.Jenis Pergantian Biaya dalam Asuransi Kesehatan

Ada Beberapa jenis biaya pergantian dalam Asuransi Kesehatan, yaitu:

  • Tanpa Uang Kontan (Asuransi Kesehatan Cashless):
    Ganti rugi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi tanpa menggunakan uang nasabah terlebih dahulu dimana biasanya perusahaan asuransi akan memberikan kartu keanggotaan sebagai bukti ganti rugi pada rumah sakit yang menjadi rekan mereka.
  • Bayar Terlebih Dahulu (Asuransi Kesehatan Reimbursment):
    Dalan jenis ini nasabah diharuskan untuk membayarkan terlebih dahulu biaya yang dikeluarkan untuk perawatan baru kemudian perusahaan asuransi akan mengganti biaya tersebut setelah nasabah melengkapi dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan.

4.Bagaimana Cara Klaim Asuransi Kesehatan

Berikut adalah beberapa prosedur umum yang harus dilakukan untuk melakukan klaim Asuransi Kesehatan:

  • Mengisi Formulir Klaim Asuransi dengan Lengkap
    Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengisi formulir klaim yang disediakan dari perusahaan asuransi Anda dengan lengkap. Bila Anda mengalami kesulitan mengisi form klaim ini, Anda bisa meminta bantuan agen asuransi Anda untuk mengisi form tersebut.
  • Melampirkan Rincian Tagihan Rumah Sakut atau Pengobatan
    Melampirkan tagihan rumah sakit kepada perusahaan asuransi merupakan syarat kelengkapan dokumen yang paling penting. Tagihan rumah sakit ini biasanya berupa identitas pasien, laporan penyakit, informasi dokter, atau biaya obat-obatan yang dikeluarkan selama perawatan.

5.Manfaat Asuransi Kesehatan

  • Memberikan perlindungan kesehatan bila Anda sewaktu-waktu terkena sakit (penggantian obat dan pemeriksaan) atau ingin melakukan pemeriksaan terhadap penyakit Anda.
  • Mengurangi biaya yang dikeluarkan bila Anda terpaksa harus di rawat (opname) di rumah sakit ketika terserang penyakit atau kecelakaan serta membantu mengurangi biaya operasi atau persalinan saat keadaan darurat.

ASURANSI JIWA

1. Pengertian

Apa itu Asuransi Jiwa? Asuransi Jiwa adalah sebuah jenis produk asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama.

2.Jenis-jenis Asuransi Jiwa

  • 1. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance) Asuransi jiwa berjangka atau term life insurance ini fungsinya untuk memberi proteksi kepada tertanggung dalam jangka waktu tertentu saja. Asuransi jiwa ini biasanya menawarkan kontrak untuk 5, 10, atau 20 tahun, dengan premi tetap dan terhitung murah.                                                                                                 – Keuntungannya
    • Anda sebagai pemegang polis mendapatkan kebebasan dalam menentukan besarnya premi sesuai dengan kemampuan Anda.
    • Uang pertanggungan yang bisa Anda peroleh sebagai pemegang polis bisa mencapai angka miliaran rupiah. Artinya, jika tertanggung meninggal dunia saat masa kontrak masih aktif, maka keluarga tertanggung akan mendapatkan uang pertanggungan yang cukup besar.

    – Kekurangannya

    • Tertanggung bisa kehilangan uang premi yang sudah dibayarkan atau premi hangus begitu kontrak selesai apabila tidak mengalami masalah kesehatan maupun meninggal dunia hingga masa kontrak selesai tersebut.
  • 2. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance) Asuransi jiwa jenis seumur hidup atau whole life insurance ini memberikan perlindungan seumur hidup, meski biasanya perusahaan asuransi membatasi manfaat perlindungan hingga hanya 100 tahun.                                                                                                                                                                                                        – Keuntungannya
    • Pemegang polis dimungkinkan untuk mendapatkan nilai tunai dari premi yang sudah dibayarkan.
    • Apabila Anda sebagai tertanggung tidak dapat membayar angsuran premi secara berkala, Anda bisa menggunakan nilai tunai dari premi yang sudah dibayar untuk membayar premi selanjutnya.
    • Premi asuransi yang sudah Anda bayarkan tidak akan hangus jika tidak ada klaim.
    • Saat kontrak berakhir, uang pertanggungan akan diberikan seluruhnya.

    – Kekurangannya 

    • Preminya lebih besar ketimbang premi asuransi jiwa berjangka, bahkan bisa mencapai lebih dari dua kali lipatnya. Alasan dari premi yang tinggi ini adalah karena angka harapan hidup masyarakat Indonesia hanya 65 tahun untuk laki-laki dan 70 tahun untuk perempuan, sehingga kemungkinan klaim asuransi sebelum masa proteksi berakhir lebih tinggi.
    • Nilai tunai dari total premi yang sudah dibayarkan tidak terlalu besar karena bunga untuk asuransi ini biasanya hanya sebesar 4% per tahun, dan angka ini belum dipotong pajak.
  • 3. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance) Jenis asuransi jiwa dwiguna atau endowment insurance ini sesuai dengan namanya adalah asuransi yang memiliki dua manfaat, yaitu sebagai asuransi jiwa berjangka sekaligus tabungan.                                              – Keuntungannya
    • Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Anda bisa mengklaim polis asuransi jiwa ini sebelum masa kontrak berakhir, misalnya untuk dana pendidikan anak Anda. Namun penarikan dana ini hanya bisa dilakukan sekali dalam jangka waktu beberapa tahun sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat.
    • Jika misalnya Anda sebagai tertanggung masih hidup saat jangka waktu berakhir, Anda akan mendapatkan seluruh uang pertanggungan.

    – Kekurangannya

    • Karena jenis asuransi jiwa ini memiliki dua manfaat, yang seperti menggabungkan manfaat asuransi jiwa berjangka dengan asuransi jiwa seumur  hidup, jadi preminya cukup besar, bisa mencapai jutaan rupiah per bulannya.
  • 4. Asuransi Jiwa Unit Link, Asuransi jiwa jenis unit link ini menggabungkan manfaat asuransi dengan investasi, dan paling sering ditawarkan oleh agen asuransi. Jika Anda tertarik berinvestasi namun tidak mengerti tentang investasi dan ingin tetap memastikan jiwa Anda tetap mendapatkan manfaat perlindungan dari kematian, Anda bisa memilih jenis asuransi jiwa ini.                                                                                                                                        – Keuntungannya
    • Anda sebagai pemegang polis tidak hanya mendapatkan jaminan perlindungan saja melainkan juga imbal hasil investasi dengan bunga yang cukup tinggi setiap tahunnya.

    – Kerugiannya

    • Imbal balik dari investasinya kurang signifikan jika dibandingkan dengan investasi murni seperti saham, pasar uang, atau reksadana. Jika Anda mencari keuntungan yang besar dari investasi, Anda sebaiknya tidak mengandalkan asuransi jiwa unit link.
    • Uang pertanggungan yang akan diperoleh tergolong rendah, terutama jika investasinya gagal atau hanya menghasilkan keuntungan yang kecil.

Sumber: -https://www.cermati.com

Editor: | Update: Juni 24, 2019

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *