Virtual host memungkinkan Nginx melayani beberapa domain dari satu server. Dengan virtual host, kamu bisa mengatur domain berbeda dengan konfigurasi, port, dan SSL sendiri, tanpa perlu server terpisah.
1. Konsep Virtual Host
Virtual host memungkinkan satu server IP melayani beberapa domain. Ada dua tipe:
- Name-based Virtual Host: menggunakan
server_nameuntuk membedakan domain. - IP-based Virtual Host: setiap domain menggunakan IP berbeda (jarang dipakai karena IP terbatas).
Contoh penggunaan umum:
example.com
blog.example.com
shop.example.com
Semua domain bisa dijalankan di server yang sama dengan virtual host berbeda.
2. Konfigurasi server_name
server_name menentukan domain yang dilayani oleh server block tertentu.
Contoh server block:
server {
listen 80;
server_name example.com www.example.com;
root /var/www/html/example;
index index.html;
}
example.com→ domain utamawww.example.com→ alias domain
Nginx akan memilih server block dengan server_name yang cocok saat request masuk.
Materi lengkap lanjut ke: